SDK Thomas Aquino - Tulus Bersinar Demi Generasi Berbinar
Sejarah Berdirinya SDK Thomas Aquino
Pada Tahun 1961 sekolah-sekolah Katolik dalam wilayah Keuskupan Denpasar bergabung dalam satu Yayasan yang didirikan pada tahun 1958 di Denpasar yakni Yayasan Swastiastu. SRK Tuka bergabung dalam Yayasan Swastiastu sebagai Yayasan Penyelenggara Pedidikan Sekolah Katolik di Keuskupan Denpasar dengan nama SDK (Sekolah Dasar Katolik) Swatiastu.
Namun pada tahun 2000 atas desakan berbagai pihak, Yayasan Swastiastu mengubah nama menjadi Yayasan Insan mandiri Denpasar dan SDK Swastiastu Tuka mengubah nama menjadi SD Katolik Santo Thomas Aquino.




SDK Santo Thomas Aquino Tuka, Dalung, Badung, Bali didirikan pada tanggal 1 Agustus 1949. Berawal tahun 1935, Gereja Katolik memulai karya misionernya di desa Tuka dan sekitarnya. Jumlah umat Katolik dan wilayahnya semakin meluas. Masyarakat pedesaan semakin membutuhkan pendidikan sekolah untuk anak-anak desa. Pihak Misi Gereja Katolik menjawab tantangan ini dengan mempersiapkan tenaga-tenaga guru pengajar. Beberapa orang muda dikirim ke sekolah guru di Ndona, Ende, Flores, Malang dan Semarang. Dua pemuda Bali tamatan guru di Ndona Ende, Flores kembali ke Bali. Akhirnya atas prakarsa pastor Joanes Kersten, SVD didirikanlah SRK ( Sekolah Rakyat Katolik ) di Tuka, Dalung.
Dua orang guru asli Bali tamatan Ndona, Ende, Flores yakni Bapak Ripug dan Bapak Theo di tambah Bapak Tarcisius Da Rato ditugaskan sebagai guru di sekolah baru ini. Sekolah di buka langsung dari kelas I sampai kelas IV. Siswa kelas II, III dan IV dikumpulkan dari anak-anak Katolik yang bersekolah di SR Negeri. Lalu sebuah asrama dibuka untuk menampung siswa dari jauh seperti dari Palasari dan Gumbrih. Karena kekurangan tenaga guru, maka Pastor Joanes Kersten, SVD turut menjadi guru kelas, mengajar penuh untuk kelas terakhir di SR Katolik.



Dokumenter Sejarah Berdirinya SDK Thomas Aquino
